Sekarang, setelah memahami apa itu Order Block dan cara mengidentifikasinya, mari kita bahas beberapa strategi
trading yang dapat Anda terapkan dalam trading harian.
1. Strategi Entry di Retest Order Block
Salah satu strategi paling umum dalam menggunakan Order Block adalah menunggu retest pada zona ini setelah harga breakout. Biasanya, setelah harga meninggalkan Order Block, akan ada retracement atau pullback ke area tersebut sebelum melanjutkan pergerakannya. Inilah momen di mana trader dapat masuk ke pasar dengan risiko yang lebih kecil.
Sebagai contoh, jika Anda mengidentifikasi Order Block bullish, tunggu hingga harga melakukan retracement ke area ini dan pastikan ada konfirmasi pembalikan (misalnya dengan pola candlestick atau indikator teknikal seperti RSI). Masuk posisi beli di sekitar area Order Block tersebut dengan menempatkan stop loss di bawah zona untuk meminimalkan risiko.
2. Entry pada Breakout Order Block
Selain menunggu retest,
trader juga bisa memanfaatkan breakout dari Order Block. Breakout terjadi ketika harga meninggalkan zona Order Block dengan pergerakan yang kuat. Strategi ini cocok untuk trader yang lebih agresif, yang ingin menangkap momentum pergerakan harga segera setelah breakout terjadi.
Namun, penting untuk memastikan bahwa breakout tersebut adalah valid. Salah satu cara untuk memverifikasi validitas breakout adalah dengan melihat lonjakan volume atau menggunakan indikator teknikal seperti ADX (Average Directional Index) untuk memastikan kekuatan tren.
3. Memanfaatkan Timeframe yang Lebih Besar
Ketika menggunakan strategi Order Block, penting untuk mempertimbangkan timeframe yang lebih besar. Order Block pada timeframe yang lebih besar (misalnya H4 atau D1) cenderung lebih signifikan dan memberikan sinyal yang lebih kuat daripada timeframe kecil seperti M15 atau M30. Dengan menggunakan timeframe yang lebih besar, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai tren utama di pasar.
Setelah mengidentifikasi Order Block pada timeframe besar, Anda bisa memperkecil timeframe untuk mencari konfirmasi entry pada level yang lebih presisi.
4. Menggabungkan Order Block dengan Indikator Teknikal
Salah satu cara untuk meningkatkan akurasi dalam trading menggunakan Order Block adalah dengan menggabungkannya dengan indikator teknikal lainnya. Misalnya, Anda bisa menggabungkan analisis Order Block dengan RSI (Relative Strength Index) untuk mengukur kekuatan pasar.
Jika harga mencapai Order Block bullish dan RSI menunjukkan bahwa pasar sedang oversold, ini bisa menjadi sinyal yang kuat untuk masuk posisi beli. Begitu pula sebaliknya, jika harga mencapai Order Block bearish dan RSI overbought, ini bisa menjadi sinyal untuk masuk posisi jual.
Selain RSI, Anda juga bisa menggunakan indikator seperti Moving Average atau Bollinger Bands untuk mendapatkan konfirmasi tambahan.
5. Manajemen Risiko yang Tepat
Manajemen risiko adalah aspek penting dalam setiap strategi trading, termasuk ketika menggunakan Order Block. Selalu pastikan untuk menetapkan stop loss yang tepat untuk melindungi modal Anda. Stop loss sebaiknya ditempatkan di bawah Order Block bullish atau di atas Order Block bearish.
Selain itu, pastikan Anda menggunakan ukuran posisi yang tepat. Jangan terlalu berani mengambil risiko besar hanya karena sinyal dari Order Block terlihat kuat. Disiplin dalam manajemen risiko adalah kunci untuk bertahan lama dalam dunia trading.